Penguatan Nilai-nilai Luhur: Disos DIY Gelar Restorasi Sosial Berbasis Budaya Jawa di Wukirsari
Kalurahan Wukirsari, 21 Agustus 2023.
Dalam rangka menumbuhkan kembali nilai-nilai luhur jati diri dan kepribadian bangsa, Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Penguatan Nilai-nilai Kesetiakawanan Sosial melalui Restorasi Sosial berbasis Budaya Jawa untuk mewujudkan kesejahteraan sosial (21/08/23).
Bertempat di Aula Utama Balai Kalurahan Wukirsari kegiatan tersebut diahdiri oleh Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (SPKS) dan Tokoh Masyarakat. Dalam Kesempatan ini hadir pula Anggota DPRD DIY Sadar Narimo, S.H., Pakar Restorasi Sosial dan Pembina Masjid Jogokariyan Ustadz Muhammad Jazir.
Pada acara ini, nilai-nilai luhur jati diri bangsa yang terdiri dari solidaritas sosial, kesetiakawanan sosial, jiwa gotong royong, kebhinekaan dan toleransi menjadi fokus perbincangan. Diskusi-diskusi dan presentasi dilakukan untuk menggali berbagai cara untuk berkontribusi dalam memperbaiki kondisi sosial sekitar.
Carik Wukirsari H. Ruswantoro, S.E., M.IP., mewakili Lurah Wukirsari dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ruswantoro berharap materi sosialisasi yang diberikan oleh narasumber dapat sepenuhnya dijalankan di masyarakat.
“Budaya timur yang sangat adiluhung dapat kita jaga dan kita wariskan ke generasi muda. Budaya juga perlu kita kemas supaya dapat mewujudkan kesejahteraan sosial” kata Carik Wukirsari.
Sementara itu, agamawan dan takmir Masjid Jogokariyan, Ustadz Muhammad Jazir mengungkapkan, banyak hal yang bisa dilakukan untuk menunjukan empati terhadap orang lain. Menurut beliau fasilitas sosial harus tersedia dan menjadi budaya Karen itu salah satu bentuk Restorasi Sosial. Artinya mengembalikan tata nilai sosial masyarakat seperti pada saat ideal.
Ia menambahkan, keganasan kapitalisme membuat banyak orang terpinggirkan. Banyak orang mengalami penyisihan sosial, menjadi orang-orang marjinal yang tidak bisa bertahan hidup. Saat ini adalah bagaimana semua kebijakan itu memiliki tata nilai sosial yang tercermin di dalam tata pikir dan tata perilaku.
“Kemajuan zaman ini justru mempermudah dan tidak boleh menggerus nilai-nilai yang ideal tadi. Jadi kita sangat berharap semua pihak turut mempertahankan kondisi sosial yang ideal sehingga Yogyakarta itu masih menjadi tempat yang membahagiakan bagi hidup masyarakat di tengah berbagai kesulitan yang dialami,” pungkas Ustadz Jazir.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin