Warga Dusun Sruni Menggelar Tasyakuran Dan Melestarikan Tradisi Budaya Dawetan

12 Desember 2022
Admin Wukirsari
Dibaca 911 Kali
Warga Dusun Sruni Menggelar Tasyakuran Dan Melestarikan Tradisi Budaya Dawetan

Kalurahan Wukirsari, 12 Desember 2022

Dawetan adalah salah satu tradisi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas lahirnya “Pedhet” atau anak sapi. Sapi dalam kehidupan orang desa dianggap sebagai bagian dari keluarga dan kelahiran merupakan suatu awal kehidupan baru dari suatu keluarga. Dari memelihara sapi tersebut, masyarakat mampu menghidupi keluarga yang lain.

Oleh karena itu, warga Dusun Sruni, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan menggelar tasyakuran dan Melestarikan tradisi Budaya Dawetan atas kelahiran sapi-sapi mereka.

Bertempat di kandang ternak kelompok ternak sapi “Sedyo Makmur” acara dawetan dihadiri oleh Panewu Cangkringan, Lurah Wukirsari, PPL Pertanian Wukirsari serta anggota kelompok ternak Sedyo Makmur Dusun Sruni. Dalam sambutannya, Panewu cangkringan Djaka Sumarsono, AP., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan pelestarian budaya bisa diadakan secara rutin.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa dirutinkan” kata Djaka Sumarsono, AP., M.Si.

Beliau juga menambahkan jika Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta berharap melalui dana keistimewaan bisa meningkatkan pemberdayaan ekonomi, dan kelestarian budaya. Maka kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan budaya bisa mengajukan permohonan dana keistimewaan.

Setelah acara sambutan, dilanjutkan doa bersama dan pemotongan tumpeng. Kemudian sapi-sapi yang baru melahirkan diberikan “dawet” yang sudah dipersiapkan. Acara diakhiri dengan menikmati minuman “dawet” yang dibuat oleh warga Dusun Sruni.