Wayang Cakruk Jadi Media Edukasi, Dinsos DIY Mengajak Masyarakat Putus Mata Rantai Kemiskinan Melalui Pendidikan
WUKIRSARI — Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Program Pemberdayaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial Provinsi menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Sosial Melalui Media Peraga (Wayang Cakruk) pada Kamis (21/05/2026) bertempat di Joglo Pak Dhe Sampan, Jl. Cangkringan, Sembungan, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya edukasi sosial kepada masyarakat dengan memanfaatkan media budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat Jawa.
Acara dihadiri oleh Lurah Wukirsari Handung Tri Rahmawan, jajaran pamong dan perwakilan lembaga Kalurahan Wukirsari, Kepala Jawatan Sosial Cangkringan, serta tokoh agama Ma’rus Yusuf, S.Ag. Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan masyarakat menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kesejahteraan sosial melalui pendekatan edukatif dan kultural.
Dalam sambutannya, Lurah Wukirsari Handung Tri Rahmawan menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial DIY atas terselenggaranya kegiatan yang menggabungkan unsur pendidikan sosial dan pelestarian budaya lokal. Menurutnya, penyampaian pesan-pesan sosial melalui pertunjukan wayang merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya daerah.
Selanjutnya, Tri Susilastuti, A.K.S., selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial DIY, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan bulan Mei yang identik dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional. Oleh karena itu, tema yang diangkat adalah “Memutus Mata Rantai Kemiskinan Melalui Pendidikan.”
Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu instrumen utama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membuka peluang yang lebih luas bagi generasi mendatang. Dalam kesempatan tersebut, Tri Susilastuti juga menyampaikan informasi mengenai program nasional Sekolah Rakyat, sebuah program pemerintah yang ditujukan untuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat yang membutuhkan. Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dan mendukung keberhasilan program tersebut.
Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pentas Wayang Cakruk yang dibawakan oleh Ki Sumarno Purbocarito bersama Paguyuban Purbolaras. Melalui alur cerita yang ringan namun sarat pesan moral, pertunjukan tersebut mengangkat tema pentingnya pendidikan sebagai jalan untuk meningkatkan kesejahteraan dan memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Penyampaian pesan melalui seni pertunjukan mendapat sambutan hangat dari para peserta yang mengikuti acara dengan antusias.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta juga mendapatkan sosialisasi dari Dra. Supartini, M.Si., seorang praktisi sosial yang menjelaskan secara rinci mengenai Program Sekolah Rakyat. Dalam paparannya, ia menjelaskan sasaran penerima manfaat, mekanisme program, serta berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih baik melalui program tersebut.
Melalui kegiatan penyuluhan sosial berbasis budaya ini, Dinas Sosial DIY berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan sekaligus meningkatkan kesadaran untuk memanfaatkan berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan sosial. Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan ini juga menjadi ruang mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan kehidupan yang lebih sejahtera, berdaya, dan berkeadilan. (admweb)
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin