Sambang Dusun Wukirsari: Semangat Gotong Royong dan Kebersamaan Terus Menguat di Tengah Masyarakat
Wukirsari — Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong terus tumbuh di berbagai padukuhan di Kalurahan Wukirsari. Sepanjang pekan kedua Juli 2026, masyarakat bersama pemerintah padukuhan, kelompok tani, pengurus masjid, hingga kelompok perikanan melaksanakan berbagai kegiatan yang mencerminkan tingginya partisipasi warga dalam membangun lingkungan, memperkuat kelembagaan, serta menjaga kerukunan sosial.
Di bidang pertanian, Kelompok Tani Ngudi Rejeki Padukuhan Duwet menggelar pertemuan rutin pada Jumat (10/07/2026). Pertemuan tersebut menjadi sarana koordinasi antaranggota dalam membahas program kerja, pengelolaan pertanian, serta upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Masih pada hari yang sama, masyarakat Padukuhan Ngemplak melaksanakan rapat persiapan pembangunan MCK Masjid. Melalui musyawarah ini, warga menyusun rencana pembangunan fasilitas sanitasi yang diharapkan dapat menunjang kenyamanan jamaah sekaligus meningkatkan sarana ibadah di lingkungan masjid.
Di Masjid Al Huda Bedoyo, pengurus takmir mengadakan rapat pertanggungjawaban kepengurusan periode 2016–2026 yang dilanjutkan dengan pembentukan kepengurusan baru. Pergantian kepengurusan ini menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola organisasi masjid sekaligus melanjutkan berbagai program keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, Kelompok Perikanan Mina Manunggal Padukuhan Sempon juga melaksanakan rapat rutin sebagai media koordinasi antaranggota dalam mengembangkan usaha perikanan serta mempererat kebersamaan di antara para pembudidaya ikan.
Semangat gotong royong tampak semakin nyata pada Minggu (12/07/2026). Warga Bedoyo melaksanakan kerja bakti membersihkan ruas jalan lingkungan demi menciptakan kawasan yang bersih, nyaman, dan sehat. Di waktu yang sama, warga RT 01 Padukuhan Duwet juga bergotong royong membersihkan lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kekompakan warga.
Partisipasi masyarakat juga terlihat di RT 02 Padukuhan Cancangan, yang secara swadaya melaksanakan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU). Keberadaan penerangan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan aktivitas masyarakat pada malam hari.
Di RW 47 Padukuhan Surodadi, masyarakat melaksanakan gotong royong pembangunan berem jalan dengan dukungan stimulan dari Pemerintah Kalurahan Wukirsari berupa 30 sak semen, 1 rit pasir, dan 1 rit split. Kolaborasi antara swadaya masyarakat dan dukungan pemerintah menjadi wujud nyata pembangunan berbasis partisipasi warga.
Semangat mempercantik lingkungan juga dilakukan warga Dusun Brayut Dungsari, Padukuhan Tanjung, melalui kegiatan gotong royong pengecatan gapura dusun sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih, indah, dan membanggakan.
Tidak kalah aktif, ibu-ibu Padukuhan Glagahwero melaksanakan kegiatan bersih dusun sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.
Berbagai kegiatan yang berlangsung di sejumlah padukuhan tersebut menunjukkan bahwa budaya guyub, gotong royong, musyawarah, dan swadaya masyarakat masih menjadi kekuatan utama dalam pembangunan Kalurahan Wukirsari. Sinergi antara masyarakat, lembaga kemasyarakatan, dan Pemerintah Kalurahan menjadi modal penting dalam mewujudkan lingkungan yang nyaman, produktif, religius, serta semakin maju.
Pemerintah Kalurahan Wukirsari memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang terus menjaga semangat kebersamaan dalam setiap kegiatan. Diharapkan semangat gotong royong ini terus terpelihara sebagai budaya luhur yang menjadi fondasi pembangunan Kalurahan Wukirsari menuju masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan berdaya. (admweb)
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin