AKPRIND Yogyakarta dan Pemkal Wukirsari Mengembangkan Edupark Ecotourism Berbasis Green Economy

22 Oktober 2024
Admin Wukirsari
Dibaca 193 Kali
AKPRIND Yogyakarta dan Pemkal Wukirsari Mengembangkan Edupark Ecotourism Berbasis Green Economy

Kalurahan Wukirsari, 21 Oktober 2024

AKPRIND Yogyakarta dengan Pemerintah Kalurahan Wukirsari bekerja sama untuk Program Pemberdayaan Desa Binaan di Padukuhan Karang pakis (21/10/24). Program ini bertujuan untuk mendukung Penerapan Agrosustainable untuk Pengembangan Edupark Ecotourisme Berbasis Green Economy di Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan.

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Makan Moro Lejar, Dusun Balangan, Kalurahan Wukirsari ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Jagabaya Wukirsari Nana Widiyatmanto, A.Md., Dukuh Karang Pakis Udik Irawantoro, serta perwakilan PKK, Ketua RT, RW, pengelola sampah, pelaku wisata, dan tokoh masyarakat setempat.

Dukuh Karang Pakis, Udik Irawantoro, menyampaikan harapannya agar kerja sama ini mampu meningkatkan sistem pengolahan sampah di tingkat rumah tangga hingga Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R. Beliau berharap kegiatan ini mampu untuk mengurangi pencemaran lingkungan serta dapat menambah nilai ekonomi untuk warganya.

“Karena TPA ditutup, kami berharap pengelolaan sampah di tingkat Padukuhan bisa lebih baik, dan hasil pengolahannya memiliki nilai ekonomis,” harap Dukuh Karang Pakis.

Selain itu, sosialisasi juga disampaikan oleh Purnawan, S.T., M.Eng., C.WS, selaku Kepala LPK2 AKPRIND Yogyakarta, yang menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dalam pengembangan ekowisata berbasis ekonomi hijau. Menurutnya, Edupark yang dikembangkan tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan lingkungan melalui pengelolaan sampah yang efektif dan penerapan praktik pertanian berkelanjutan.

Kerja sama antara Universitas AKPRIND dan Pemerintah Kalurahan Wukirsari ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang dalam meningkatkan kualitas lingkungan, memberdayakan masyarakat, dan memperkuat sektor pariwisata berbasis ekologi di wilayah tersebut.