Bimtek Pengelolaan Perpustakaan Digelar di Kalurahan Wukirsari, Fokus pada Transformasi dan Literasi Masyarakat
Kalurahan Wukirsari, 03 Desember 2024
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Pemerintah Kalurahan Wukirsari menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Perpustakaan. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Makan Waroeng Rebyoek, Cakran, Wukirsari, Cangkringan, pada Selasa (03/12/2024). Acara dihadiri oleh Lurah Wukirsari, Pamong, perwakilan PKK, Kepala Sekolah PAUD se-Wukirsari, Gapoktan, serta perwakilan dukuh.
Kegiatan bertema “MembudayakanLiterasi di Kalurahan Wukirsari untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” dibuka oleh Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Cristina Rini Puspitasari, S.P., M.Si., yang mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman. Dalam sambutannya, Kabid Perpustakaan menjelaskan tentang program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang digagas oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Program ini bertujuan untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
“Kedepannya, perpustakaan akan menjadi tempat yang nyaman dan menarik, bahkan untuk mengerjakan tugas sekolah atau kuliah,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan arah gerak literasi di Kabupaten Sleman, dengan harapan perpustakaan bisa menjadi motor penggerak perubahan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Lurah Wukirsari, Handung Tri Rahmawan, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini. Ia menyampaikan terima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman atas inisiasi program yang memberikan wawasan baru bagi pengelola perpustakaan lokal. Ia berharap kegiatan ini mampu mendorong terciptanya perpustakaan yang tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga pusat aktivitas literasi bagi masyarakat.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi materi. Nur Riani, M.A., dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, memaparkan pentingnya literasi dalam mendorong perubahan sosial. Ia menekankan pentingnya membangun kecintaan terhadap buku sejak dini.
“Tidak banyak anak-anak yang mencintai buku dari dirinya sendiri, harus ada orang yang memancing mereka masuk ke dalam dunia bahasa tulis yang indah,” ungkapnya.
Sesi berikutnya disampaikan oleh Khoirul Azizi, S.I.P., Pustakawan Ahli Muda, yang membahas peran literasi dalam keberagaman masyarakat. “Jika dahulu kita belajar dari alam, sekarang kita bisa belajar dari buku,” tuturnya.
Bimtek ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan keterampilan kepada peserta dalam mengelola perpustakaan yang lebih modern. Dengan meningkatkan literasi akan maka kesejahteraan sosial masyarakat akan semakin meningkat.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin