Pementasan Kesenian Ketoprak di Padukuhan Gondang: Nguri-Uri Kebudayaan dan Peringatan Kemerdekaan RI ke-79

03 September 2024
Admin Wukirsari
Dibaca 330 Kali
Pementasan Kesenian Ketoprak di Padukuhan Gondang: Nguri-Uri Kebudayaan dan Peringatan Kemerdekaan RI ke-79

Kalurahan Wukirsari, 31 Agustus 2024

Padukuhan Gondang, Kalurahan Wukirsari, Cangkringan, kembali menggema dengan semangat budaya melalui pementasan kesenian ketoprak yang digelar sebagai bagian dari rangkaian puncak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79. Acara ini dihadiri oleh Lurah Wukirsari, Handung Tri Rahmawan, Sukapdi selaku Ketua Forum Komunikasi Adat Tradisi Seni dan Budaya Kalurahan Wukirsari yang juga merupakan Anggota DPRD DIY, Anggota DPRD Kabupaten Sleman Yani Fathurrahman, S.Pd.I serta Bhabinkamtibmas Wukirsari Aipda Pitra.

Pementasan ketoprak ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga upaya untuk "nguri-uri" atau melestarikan kebudayaan, khususnya di Padukuhan Gondang yang pernah memiliki grup ketoprak bernama "Siswo Budoyo". Setelah sempat vakum, momen puncak peringatan Agustusan kali ini dijadikan momentum untuk membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap seni ketoprak dan kerawitan yang dahulu begitu hidup di dusun ini.

Dengan tema "Gondang Pusung Agustusan", pentas ketoprak ini menjadi rangkaian acara puncak yang sebelumnya diisi dengan berbagai kegiatan seperti bersih dusun, pengecatan logo dusun, jalan sehat, perlombaan Agustusan, dan malam tirakatan. Pementasan malam itu menghadirkan lakon "Mandurorejo Mbalelo," yang menceritakan tentang seorang patih di Keraton Mataram yang menyalahgunakan jabatannya, berkompromi dengan bangsa kulit putih, dan menarik pajak secara tidak adil. Namun, pada akhirnya, ia dikalahkan dan ditangkap oleh Pangeran dari Kerajaan Mataram.

Melalui pentas ini, masyarakat Gondang kembali menghirup atmosfer kebudayaan yang pernah begitu kental, sekaligus merayakan kemerdekaan dengan cara yang sarat akan nilai-nilai tradisi dan kebangsaan.