Kelapa Hibrida Pandanwangi, Harapan Baru Ekonomi Warga Gondang Pasca Erupsi Merapi

13 Oktober 2025
Admin Wukirsari
Dibaca 38 Kali
Kelapa Hibrida Pandanwangi, Harapan Baru Ekonomi Warga Gondang Pasca Erupsi Merapi

Wukirsari — Warga Padukuhan Gondang kini kembali menata harapan ekonomi melalui gerakan penanaman pohon kelapa hibrida yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Senin (13/10/25). Setelah sempat kehilangan banyak komoditas kelapa akibat erupsi Merapi 2010, kegiatan ini menjadi titik awal bagi warga untuk membangun kembali sumber penghasilan berbasis potensi lokal.

Lurah Wukirsari Handung Tri Rahmawan menyampaikan bahwa pohon kelapa dahulu menjadi salah satu sumber kesejahteraan warga. Selain dapat dipanen sebagai kelapa muda (degan) dan kelapa tua, warga juga memanfaatkan nira kelapa untuk diolah menjadi gula merah—komoditas bernilai jual tinggi di pasaran.

“Melalui gerakan tanam ini, kami berharap populasi pohon kelapa kembali meningkat, lahan kosong dapat dimanfaatkan, dan pada akhirnya mampu memberikan nilai ekonomi tambahan bagi warga,” jelas Lurah Handung.

Warga menyambut baik program ini karena kelapa hibrida dikenal memiliki produktivitas tinggi dan potensi panen lebih cepat. Jika dirawat dengan baik, satu pohon kelapa mampu menjadi sumber pendapatan jangka panjang bagi warga.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, S.E. menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung upaya pemberdayaan ini karena berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Kelompok Tani adalah tulang punggung ekonomi desa. Dengan tanaman kelapa hibrida, warga memiliki peluang usaha jangka panjang, mulai dari hasil buah, nira, hingga produk olahan,” ungkapnya.

Danang menekankan pentingnya perawatan agar pohon yang ditanam hari ini benar-benar memberi manfaat di masa depan.

“Yang kita tanam hari ini adalah masa depan ekonomi warga. Pemeliharaan menjadi kunci agar manfaatnya dirasakan generasi ke generasi. Nantinya hasil pertanian akan semakin dibutuhkan oleh masyarakat sehingga tidak mungkin kita bergantung dari hasil pertanian luar negeri” tambahnya.

Gerakan ini diharapkan bukan hanya menghijaukan lahan, tetapi juga menghidupkan kembali potensi ekonomi lokal, membuka peluang usaha rumah tangga, dan memperkuat kemandirian ekonomi warga pasca bencana Merapi.