Tradisi Nyadran di Kalurahan Wukirsari: Warisan Budaya yang Terus Dilestarikan

24 Februari 2025
Admin Wukirsari
Dibaca 278 Kali
Tradisi Nyadran di Kalurahan Wukirsari: Warisan Budaya yang Terus Dilestarikan

Kalurahan Wukirsari, 23 Februari 2025

Menjelang bulan suci Ramadan, masyarakat Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, kembali menggelar tradisi Nyadran sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur (22/2/25). Tradisi ini menjadi bagian dari budaya Jawa yang diwariskan secara turun-temurun, sekaligus menjadi momen untuk mempererat kebersamaan antarwarga.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Nyadran dilaksanakan di beberapa lokasi di Kalurahan Wukirsari, di antaranya Sasana Laya "Sono Gedhe" Ngemplak, Makam Dusun Sembungan, Makam Dusun Dawung, serta Makam Dusun Pusmalang. Setiap pelaksanaan Nyadran memiliki makna yang sama, yaitu mengingat jasa para leluhur, berdoa bersama, serta menjalin kebersamaan dalam suasana yang penuh kekhidmatan.

Nyadran di Sasana Laya "Sono Gedhe" Ngemplak

Di Sasana Laya "Sono Gedhe" Ngemplak, ratusan warga berkumpul sejak pagi untuk mengikuti doa bersama. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD DIY Sukapdi, Panewu Cangkringan Djaka Sumarsono, A.P., M.Si., Kapolsek Cangkringan AKP Suwanto, S.Sos., M.IP., Carik Wukirsari H. Ruswantoro, S.E., M.IP., Pamong Kalurahan serta para tokoh masyarakat.

Acara diawali dengan tahlil dan doa bersama, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan serta pengajian. Dalam sambutannya, Anggota DPRD DIY Sukapdi menekankan pentingnya menjaga tradisi seperti Nyadran agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Sementara itu, Panewu Cangkringan Djaka Sumarsono, A.P., M.Si., menyampaikan bahwa Nyadran bukan hanya tradisi budaya, tetapi juga menjadi ajang mempererat hubungan sosial antarwarga.

Nyadran di Makam Dusun Kedung dan Sembungan

Di Makam Dusun Kedung dan Makam Dusun Sembungan, Lurah Wukirsari turut menghadiri acara Nyadran bersama warga setempat. Kegiatan dimulai dengan tahlil dan doa bersama.

Para warga dari berbagai kalangan usia tampak khidmat mengikuti prosesi ini. Kehangatan dan kebersamaan terasa saat mereka duduk bersama, berbagi makanan, serta mengenang jasa para leluhur yang telah mendahului mereka.

Nyadran di Makam Dusun Dawung

Tradisi Nyadran juga berlangsung di Makam Dusun Dawung, di mana masyarakat setempat berkumpul untuk berdoa bersama, serta menggelar pengajian. Bagi warga Dusun Dawung, Nyadran bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus upaya memperkuat hubungan sosial dan nilai gotong royong (23/2/25).

Nyadran di Makam Dusun Pusmalang

Selain di lokasi-lokasi tersebut, tradisi Nyadran juga dilaksanakan di Makam Dusun Pusmalang. Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota DPRD DIY Sukapdi, Panewu Cangkringan Djaka Sumarsono, Kapolsek Cangkringan AKP Suwanto, serta Lurah Wukirsari Handung Tri Rahmawan (23/2/25).

Warga Dusun Pusmalang dengan penuh antusiasme mengikuti tahlil, doa bersama sebagai bentuk syukur dan kebersamaan. Dalam kesempatan ini, para pemimpin yang hadir menyampaikan apresiasi terhadap warga yang masih menjaga tradisi leluhur dan mengingatkan pentingnya melestarikan budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat.

Menjaga Tradisi, Memperkuat Kebersamaan

Nyadran di Kalurahan Wukirsari tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarwarga, memperkuat rasa persaudaraan, serta menjaga keberagaman dalam harmoni sosial.

Diharapkan, tradisi ini terus berlangsung di tahun-tahun mendatang agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tetap terjaga. Dengan tetap melestarikan Nyadran, masyarakat Wukirsari tidak hanya menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.