Pastikan Program Tepat Sasaran, Kemensos Laksanakan Supervisi Lumbung Sosial di Wukirsari

02 Januari 2026
Admin Wukirsari
Dibaca 51 Kali
Pastikan Program Tepat Sasaran, Kemensos Laksanakan Supervisi Lumbung Sosial di Wukirsari

WUKIRSARI — Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam melaksanakan Kegiatan Supervisi Lumbung Sosial di Kalurahan Wukirsari, Kapnewon Cangkringan 30 Desember 2025.

Kegiatan supervisi ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya monitoring dan evaluasi pelaksanaan program Lumbung Sosial, yang merupakan salah satu program strategis Kementerian Sosial dalam rangka perlindungan sosial bagi masyarakat terdampak bencana.

Pelaksanaan kegiatan tersebut didasarkan pada Surat Tugas Nomor 3641/3.2/BS.00.01/12/2025 yang diterbitkan pada 24 Desember 2025. Dalam surat tugas tersebut, Plt. Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam menugaskan tim untuk melaksanakan supervisi secara langsung di Kabupaten Sleman salah satunya di Kalurahan Wukirsari.

Tim supervisi Reygan Efra Theofilus, Pengadministrasi Umum Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, bertugas melakukan pemantauan, pendampingan, serta pengumpulan data dan informasi terkait pengelolaan dan pemanfaatan Lumbung Sosial di wilayah sasaran. Beliau didampingi dari Tagana Kabupaten Sleman disambut oleh Carik Wukirsari H. Ruswantoro, S.E., MIP., bersama anggota KSB di Posko Lumbung Sosial Kalurahan Wukirsari.

Melalui kegiatan supervisi ini, diharapkan pengelolaan Lumbung Sosial dapat berjalan sesuai dengan ketentuan, tepat sasaran, dan optimal dalam mendukung kesiapsiagaan serta respons cepat terhadap kondisi darurat bencana. Selain itu, supervisi juga menjadi sarana koordinasi dan penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penyelenggaraan perlindungan sosial korban bencana alam.

Kementerian Sosial RI terus berkomitmen untuk memastikan program Lumbung Sosial berfungsi secara maksimal sebagai salah satu instrumen penting dalam mendukung ketahanan sosial masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana seperti Kabupaten Sleman.