Minggu Penuh Semangat Gotong Royong, Warga Wukirsari Serentak Bergerak Bersama

21 September 2026
Admin Wukirsari
Dibaca 6 Kali
Minggu Penuh Semangat Gotong Royong, Warga Wukirsari Serentak Bergerak Bersama

WUKIRSARI, Cangkringan — Semangat gotong royong kembali mewarnai berbagai sudut Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, pada Minggu, 20 September 2026. Dari persiapan pembangunan talud, penataan lahan pertanian, hingga kerja bakti di lingkungan dusun, warga menunjukkan bahwa kebersamaan masih menjadi kekuatan utama dalam membangun lingkungan.

Di Padukuhan Bulaksalak, warga RT 03 RW 46 bergotong royong mempersiapkan pembangunan talud di Jalan Tegalbarep. Sejak pagi, warga bahu-membahu menyiapkan lahan dan berbagai kebutuhan awal pembangunan. Kegiatan ini menjadi langkah bersama untuk mendukung penataan dan penguatan infrastruktur jalan di lingkungan warga.

Semangat serupa terlihat di Dusun Jomblangan. Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Arum memanfaatkan waktu bersama untuk menyiapkan lahan sekaligus media tanam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan kegiatan pertanian warga serta memanfaatkan lingkungan sekitar agar lebih produktif.

Sementara itu, warga Dusun Glagahwero memilih mengisi hari Minggu dengan kerja bakti di makam dusun. Dengan peralatan sederhana dan dikerjakan secara bersama-sama, warga membersihkan dan merapikan lingkungan makam agar tetap nyaman, bersih, dan terawat.

Kebersamaan juga terasa di Brayut Dungsari, Padukuhan Tanjung, yang menjadi lokasi kegiatan perpisahan mahasiswa KKN UNY Non-Pendidikan. Momen tersebut menjadi penutup rangkaian kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat selama menjalankan kegiatan di wilayah setempat. Perpisahan bukan sekadar akhir kegiatan, tetapi juga menjadi kenangan atas kolaborasi dan pengalaman yang telah dibangun bersama.

Tak kalah menarik, kolaborasi lintas padukuhan berlangsung di kawasan Lapangan Cokrokembang. Warga Padukuhan Cakran dan Duwet bersama-sama melakukan pemasangan gorong-gorong serta perapihan pohon di sekitar lapangan. Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung kondisi lingkungan yang lebih tertata sekaligus menunjang kenyamanan masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas bersama.

Beragam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa membangun Wukirsari tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Dari talud yang dipersiapkan, lahan yang ditanami, makam yang dirawat, hingga fasilitas umum yang ditata—semuanya lahir dari kepedulian dan kemauan warga untuk bergerak bersama.

Gotong royong pun bukan sekadar bekerja bersama, tetapi menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian, sekaligus menjaga rasa memiliki terhadap lingkungan.

Dari warga, oleh warga, dan untuk lingkungan yang lebih baik. Semangat gotong royong terus tumbuh di Wukirsari.