Tradisi Nyadran Tetap Lestari di Dusun Bedoyo, Wukirsari, Cangkringan

20 Februari 2025
Admin Wukirsari
Dibaca 201 Kali
Tradisi Nyadran Tetap Lestari di Dusun Bedoyo, Wukirsari, Cangkringan

Kalurahan Wukirsari, 20 Februari 2025

Setiap tanggal 21 Ruwah (menurut kalender Jawa) atau Syakban (dalam penanggalan Hijriah), masyarakat Jawa di berbagai daerah menggelar tradisi Nyadran sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus menyambut Bulan Suci Ramadan. Tak terkecuali di Padukuhan Bedoyo, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, yang hingga kini masih setia melestarikan tradisi Nyadran.

Pada Kamis pagi (20/02/2025), warga Padukuhan Bedoyo tampak antusias mengikuti tradisi Nyadran di samping makam “Sasanalaya Siti Inggil Bedoyo” yang terletak di sebelah barat dusun. Tak hanya warga setempat, beberapa warga dari luar dusun juga turut hadir karena memiliki sanak keluarga yang dimakamkan di lokasi tersebut.

Sebagian warga membawa berbagai masakan tradisional yang disajikan dalam wadah-wadah beralaskan daun pisang. Makanan tersebut kemudian dihidangkan di pinggir makam sebagai bagian dari ritual Nyadran. Setelah tiba di lokasi, warga duduk berjajar di atas tikar yang telah disiapkan, berkumpul dalam suasana sederhana dan khidmat. Acara pun dilanjutkan dengan rangkaian tahlil, doa bersama, dan ambengan atau makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

Tradisi Nyadran di Dusun Bedoyo telah menjadi kegiatan rutin tahunan yang terus dijaga dari generasi ke generasi. Melalui tradisi ini, diharapkan nilai-nilai kekeluargaan, kerukunan, dan toleransi antarwarga dari berbagai latar belakang kepercayaan atau golongan dapat terus dipupuk. Masyarakat berkumpul dalam kegembiraan, mengesampingkan perbedaan, dan mempererat tali persaudaraan.

Dengan tetap melestarikan Nyadran, warga Dusun Bedoyo tidak hanya menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat. Semoga tradisi ini terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang. (admweb)