Pembinaan Desa Cantik Tahun 2025: Wujudkan Data Berkualitas untuk Pembangunan Wukirsari
Kalurahan Wukirsari, 14 April 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sleman bersama Pemerintah Kalurahan Wukirsari menyelenggarakan Pembinaan Program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) Tahun 2025 yang diikuti oleh para Agen Statistik Kalurahan Wukirsari. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Media Center Kalurahan Wukirsari dengan semangat kolaboratif sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan kualitas pengelolaan data statistik di tingkat kalurahan.
Acara dibuka oleh Carik Wukirsari, H. Ruswantoro, S.E., M.IP., yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya program Desa Cantik dalam mendukung pembangunan berbasis data.
“Desa Cantik akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Wukirsari, terutama dalam hal pembangunan. Saya harap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh,” kata Carik Wukirsari.
Sementara itu, Irvan Jaya Saputra, S.E., M.Sc., dari BPS Sleman selaku Pembina Program Desa Cantik Tahun 2025, turut memberikan sambutan dan dorongan semangat kepada para peserta untuk aktif berkontribusi dalam peningkatan kualitas data desa.
Dalam sesi materi, Shalihati Melani Putri, S.Tr.Stat. dari BPS Sleman menyampaikan paparan mengenai Satu Data Indonesia, sebuah kebijakan yang diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2019. Ia menekankan bahwa Satu Data Indonesia bertujuan mendukung perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan secara nasional hingga tingkat desa.
Materi berikutnya disampaikan oleh Meitri Pafrida, S.Si., M.Ec.Dev., Statistisi Ahli Muda BPS Sleman. Ia mengulas mengenai pengumpulan dan pengolahan data yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1999. Menurutnya, proses pengolahan data merupakan tahap penting untuk mengubah data mentah menjadi informasi yang bermanfaat dan mudah dipahami untuk mendukung pengambilan keputusan.
Melalui pembinaan ini, diharapkan Kalurahan Wukirsari semakin mampu mengelola data statistik secara mandiri, akurat, dan terintegrasi, guna mendorong pembangunan desa yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin