Menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, Kalurahan Wukirsari Menggelar Simulasi Gempa Bumi

24 April 2026
Admin Wukirsari
Dibaca 4 Kali
Menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, Kalurahan Wukirsari Menggelar Simulasi Gempa Bumi

WUKIRSARI — Dalam rangka menyongsong Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional 2026 yang diperingati setiap 26 April dengan tema “Siap untuk Selamat: Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana”, Pemerintah Kalurahan Wukirsari menggelar kegiatan simulasi bencana gempa bumi di Balai Kalurahan Wukirsari (24/06/26).

Kegiatan ini melibatkan seluruh pamong dan staf kalurahan, para dukuh, serta anggota Kampung Siaga Bencana Wukirsari. Simulasi difokuskan pada peningkatan kemampuan evakuasi mandiri, kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat, serta penguatan koordinasi antar unsur yang terlibat.

Simulasi diawali dengan kegiatan briefing di Ruang Rapat Sadewa lantai dua Balai Kalurahan Wukirsari yang dipimpin oleh Carik Wukirsari sekaligus Ketua Kampung Siaga Bencana Wukirsari, H. Ruswantoro, S.E., MIP., serta Jagabaya Wukirsari Nana Widiatmanto. Dalam arahannya, Ruswantoro menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi bencana.

“Simulasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh pamong dan masyarakat memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana,” jelasnya.

Setelah pengarahan, seluruh peserta kembali ke posisi masing-masing untuk memulai simulasi. Suasana kantor pun dibuat menyerupai kondisi pelayanan seperti biasa, guna memberikan gambaran situasi nyata saat bencana terjadi.

Tepat pada waktu yang telah ditentukan, sirine berbunyi sebagai tanda terjadinya gempa bumi. Seluruh peserta dengan sigap melakukan prosedur keselamatan Drop, Cover, and Hold On dengan berlindung di bawah meja dan melindungi diri dari potensi bahaya. Dalam skenario tersebut, juga disimulasikan adanya korban luka di beberapa ruangan sebagai bagian dari latihan penanganan darurat.

Setelah gempa dinyatakan berhenti, peserta segera melakukan evakuasi menuju titik kumpul melalui jalur yang telah ditentukan. Proses evakuasi berlangsung tertib dan terkoordinasi, dengan mengedepankan keselamatan serta saling membantu antar peserta.

“Yang terpenting saat terjadi gempa adalah tetap tenang dan mengikuti prosedur evakuasi dengan benar. Kepanikan justru dapat memperbesar risiko,” ungkap Nana Widiatmanto di sela kegiatan.

Setibanya di titik kumpul, dilakukan pendataan untuk memastikan seluruh personel telah berhasil dievakuasi. Sementara itu, tim evakuasi melakukan penyisiran ke seluruh ruangan guna memastikan tidak ada korban yang tertinggal. Korban yang ditemukan kemudian dievakuasi menggunakan tandu dan diserahkan kepada tim medis untuk mendapatkan penanganan pertama.

Tim kesehatan dengan sigap memberikan pertolongan pertama kepada korban sesuai prosedur. Koordinasi yang baik antara tim evakuasi dan tim medis menjadi kunci keberhasilan dalam penanganan situasi darurat tersebut.

Pada tahap akhir, seluruh laporan kondisi personel, korban, dan situasi lapangan disampaikan kepada pimpinan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan arahan sebagai bentuk evaluasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan di masa mendatang.

Simulasi ditutup dengan suasana kebersamaan yang mencerminkan semangat gotong royong dan kesiapan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kalurahan Wukirsari berharap kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana semakin meningkat.

“Dengan latihan seperti ini, kita berharap masyarakat Wukirsari semakin siap, sigap, dan tangguh dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana,” pungkas Ruswantoro.

Dengan kesiapan dan kebersamaan, Wukirsari diharapkan mampu menjadi wilayah yang tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana.