DLHK DIY Sosialisasikan Penanganan Gangguan Monyet Ekor Panjang di Hutan Bambu Bulaksalak Wukirsari
WUKIRSARI, Cangkringan – Upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menghadapi gangguan satwa liar terus dilakukan di Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman.
Melalui kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai penanganan gangguan monyet ekor panjang yang berlangsung di kawasan Hutan Bambu Bulaksalak, Wukirsari, Cangkringan, Sleman pada hari Kamis, 17 September 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, masyarakat, serta pihak yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan kawasan dan konservasi untuk bersama-sama membahas keberadaan monyet ekor panjang serta upaya penanganannya secara tepat dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Sukapdi, Anggota DPRD DIY, turut memberikan sambutan. Ia menyampaikan pentingnya sinergi dan keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga lingkungan serta menyikapi keberadaan satwa liar di tengah masyarakat.
Salah satu narasumber, Akhmadi, S.Hut., M.Si., Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II pada Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), menyampaikan materi bertajuk “Strategi Bersama Penanganan Monyet Ekor Panjang dan Penghijauan Lingkungan.”
Melalui materi tersebut, pembahasan tidak hanya berfokus pada persoalan gangguan monyet ekor panjang, tetapi juga dikaitkan dengan pentingnya penghijauan dan pengelolaan lingkungan. Pendekatan bersama antara masyarakat dan pihak terkait menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang tetap lestari sekaligus mendukung kehidupan masyarakat.
Kawasan Hutan Bambu Bulaksalak menjadi salah satu ruang lingkungan yang memiliki nilai penting bagi masyarakat sekitar. Karena itu, pemahaman mengenai bagaimana menghadapi keberadaan satwa liar serta menjaga kondisi lingkungan menjadi hal yang perlu terus ditingkatkan.
Sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat pengetahuan masyarakat mengenai penanganan gangguan monyet ekor panjang sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga keseimbangan lingkungan.
Keterlibatan berbagai pihak juga menjadi langkah penting agar upaya penanganan satwa liar tidak dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan melalui koordinasi, edukasi, dan strategi bersama.
Dengan lingkungan yang terjaga dan masyarakat yang semakin memahami cara menyikapi keberadaan satwa liar, kawasan Wukirsari diharapkan dapat terus menjadi ruang hidup yang nyaman bagi masyarakat sekaligus mendukung kelestarian alam.
Menjaga lingkungan bukan hanya tentang merawat alam, tetapi juga membangun keseimbangan antara manusia, satwa, dan lingkungan tempat kita hidup. (admweb)
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin