Gerak Bersama Cegah DBD, Jumantik Wukirsari Aktif Pantau Jentik Nyamuk

17 Januari 2026
Admin Wukirsari
Dibaca 58 Kali
Gerak Bersama Cegah DBD, Jumantik Wukirsari Aktif Pantau Jentik Nyamuk

Wukirsari — Saat musim penghujan, potensi munculnya genangan air di lingkungan permukiman semakin meningkat. Kondisi tersebut dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang dikenal sebagai vektor penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Untuk mengantisipasi meningkatnya risiko penyebaran DBD, diperlukan langkah pencegahan secara rutin melalui kegiatan pemantauan jentik nyamuk, khususnya di wilayah Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan.

Sebagai bentuk upaya pencegahan, Kelompok Kerja (Pokja) DBD Kalurahan Wukirsari menyelenggarakan kegiatan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang dilaksanakan di Padukuhan Gondang, pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini mendapat pendampingan dari Puskesmas Cangkringan serta dihadiri oleh para dukuh se-Kalurahan Wukirsari, ketua RT dan RW, serta kader kesehatan setempat.

Jumantik merupakan petugas pemantau jentik nyamuk yang berasal dari masyarakat sekitar dan bekerja secara sukarela. Tugas utama Jumantik adalah melakukan pemantauan keberadaan jentik nyamuk penyebab DBD secara berkala di lingkungan tempat tinggalnya, serta melaporkan hasil pemantauan tersebut kepada pemerintah kalurahan secara rutin dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, Jumantik melakukan sejumlah kegiatan pemantauan, antara lain memeriksa tempat penampungan air maupun lokasi yang berpotensi tergenang air bersih untuk memastikan tidak terdapat jentik nyamuk dan kondisi wadah tertutup rapat. Untuk tempat penampungan air yang sulit dikuras, dilakukan pemberian larvasida seperti abate. Selain itu, Jumantik juga mengingatkan warga untuk menghilangkan kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah, memeriksa kolam renang dan kolam ikan agar tetap bebas jentik, serta menyambangi rumah kosong atau tidak berpenghuni guna memastikan tidak menjadi sarang nyamuk.

Melalui pelaksanaan kegiatan Jumantik secara rutin dan terkoordinasi ini, diharapkan dapat menekan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, sehingga mampu mencegah terjadinya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kalurahan Wukirsari. (admweb)